COBA POLES MARMER YUK !

Marmer (marble), granit, teraso, dan wooden floor, adalah beberapa bahan dari alam yang banyak digunakan sebagai lantai. Tentu saja bahan dari alam tersebut memiliki perbedaan, perbedaannya dapat kita bedah dari; tampilan, material, dan harga.

Tampilan.

Dari segi tampilan, atau visual aspect marmer, granit, dan teraso dapat kita bedakan sekilan dari corak dan warnanya. Pada marmer, corak tampak seperi guratan halus tidak konsisten atau acak memanjang dengan warna-warna gradasi, pada marmer warna dominan cerah seprti marmer putih, marmer coklat muda, marmer krem, dan sebagainya.

Pada granit, corak lebih berbentuk. Meskipun corak lebih berbentuk namun tetap saja coraknya acar tidak beraturan, dengan warna yang cenderung gelap seperti hitam, oranye gelap, coklat gelap, dan sebaginya

Pada teraso, corak sangat teratur dan konsiten. Dengan warna warna yang sangat variatif, bias gelap bias juga terang, hal ini disebabkan teraso adalah batuan alam yang diolah kembali sehingga hasil akhir dari sebuah teraso dapat disesuaikan atau customizable. 

Adapun wooden floor, tentu saja tampilan nya seperti kayu, sangat natural berwarna coklat. Tampilan dan corak Wooden floor tergantung dari jenis pohon yang dijadikan sebagai bahan wooden floor atau lantai kayunya. Umumnya, kayu yang digunakan adalah jenis-jenis kayu yang eksotik, seperti kayu jati, kayu mahoni, kayu merbau, dan sebagainya.

Material

Material marmer adalah batuan kapur yang mengendap dan mengalami tekanan selama jutaan tahun, oleh sebab ini maka warna dan corak dari marmer/merble bercorak guratan halus memanjang dan berwarna cerah. Seperti gunung kapur di alam, yang umumnya berwarna putih, krem, dan coklat.

Sementara material granit adalah dari erupsi gunung api yang mengendap dan mengalami tekanan selama jutaan tahun. Oleh sebeb ini maka warna dan corak pada granit umumnya berwarna gelap dan bercorak bulat-bulat. Karena material granit ini dari letusan gunung api, maka granit memiliki kekuatan yang sangat tinggi. Granit lebih kuat dibandingkan marmer yang berasal dari batuan kapur.

Teraso atau terrazzo, adalah serpihan batuan alam yang diolah kembali, umumnya dari marmer atau granit. Oleh sebab ini corak dari teraso sangat konsisten dan warna dari teraso sangat bervariasi, ada teraso yang terang dan ada teraso yang gelap. Bahkan bentuk dari teraso juga bermacam-macam, tidak seperti marmer dan granit yang hanya datar atau flat. Teraso ada yang berbentuk bak, bulat, kotak, cucian tangan, westafel, dan sebagainya.

Harga

Pada material lantai alami, marmer, granit, teraso, dan lantai kayu, harganya tergantung dari tingkat kelangkaan materialnya. Meskipun teraso coraknya konsisten, namun harganya lebih murah dibandingkan marmerm granit, dan lantai kayu. Sementara meskipun granit memiliki kekuatan yang terbaik dibandingkan marmer, teraso, dan lantai kayu, namun harganya bias jadi tidak lebih mahal dari marmer, semua kembai pada kelangkaan materialnya itu sendiri.

Jasa poles Lantai ABANGBERSIHIN (Marmer, Granit, Teraso, Natural Wooden)

 

Jenis lantai yang bisa di poles

  • Marmer
  • Granit
  • Teraso
  • Natural Wooden

Pricing

  1. Marmer : Polishing/kristalisasi, Start from Rp 35.000 
  2. Granit : Polishing/kristalisasi, Start from Rp. 35.000. 
  3. Teraso ; Polishing/kristalisasi, Start from Rp. 35.000 
  4. Lantai kayu / wooden floor ; Cleaning and coating start from Rp. 35.000
  5. Cutting Marmer, Granit, Teraso : Start from Rp. 60.000

 

Perawatan marmer, granit, dan teraso

1.Cutting

Cutting atau dalam Bahasa Indonesia disebut pengupasan dilakukan apabila lantai marmer, granit, teraso baru saja dipasang dan apabila lantai sudah sangat lama tidak dilakukan perawatan sehingga terdapat banyak goresan. Proses cutting atau penguppasan lapisan atas marmer, granit, dan teraso dilakukan agar permukaan lantai kembali rata. Apabila pengupasan tidak dilakukan atau langsung melompat pada treatment polishing/kristalisasi makan kilap lantai marmer, granit, dan teraso tidak akan sempurna. Bahkan, cacat berupa goresan-goresan akan semakin jelas terlihat pada permukaan.

 

2. Polishing / kristalisasi

Tahap ini dilakukan setelah lantai marmer, granit, dan teraso sudah rata tanpa goresan. Atau tahap ini bias juga dilakukan sebagai perawatan rutin 6 bulan atau 12 bualn sekali, tergantung intensitas lalu lalang pada lantai. Polishing atau kristalisasi marmer, granit, dan teraso memunculkan keindahan alami material lantai alam dengan sangat maksimal. Akhir dari treatment polishing/kristalisasi akan dapat memunculkan seperti ada layer air yang tipis atau efek basah kinclong pada permukaan lantai marmer, granit, dan teraso.

Perawatan lantai kayu / wooden floor

3.Washing

Lantai kayu memiliki kepadatan dan kekerasan dibawah lantai marmer, granit, dan teraso sehingga kotoran akan mudah menempel pada permukaan lantai kayu. Tahap washing mengangkat kotoran pada permukan

 

4.Coating

Treatment coating memastikan agar pori-pori pada lantai kayu lebih tertutup sehingga kayu lebih tahan terhadap air, lumut, dan jamur. Coating lantai kayu juga akan menjadikan tampilan lantai kayu menjadi kinclong dan berkilau.

Whatsapp Kami Disini